Bupati Majalengka Minta Akses Non-Tol ke Bandara Kertajati Diberdayakan

1515674905

Jakarta- Bupati Majelengka Sutrisno mengatakan, perekonomian masyarakat di wilayahnya semakin membaik pasca-pembangunan Bandara International Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka.

Dia meminta akses jaringan jalan raya non-tol untuk menggerak denyut nadi perekonomian warga. “Kalau semua lewat jalan tol, rakyat tidak diberdayakan, tidak pernah mampir di restoran di sana. Ekonomi di sekitar bandara nanti tidak tumbuh,” katanya kata Sutrisno di Kompleks Bandara Kertajati, Majalengka, Selasa (17/4).

Dia mengatakan, kehadiran bandara membuat aset rakyat menjadi meningkat. “Sebut saja awal membebaskan tanah ini harganya Rp 25.000 per meter. Dalam kurun waktu kurang lima tahun sudah Rp 400.000 per meter atau berkali-kali lipat,” kata dia.

Ia menambahkan tanah yang dibebaskan untuk proyek bandara merupakan tadah hujan yang tidak subur dan tidak berharga. Namun kini tanah yang berada di tepi jalan raya bisa mencapai Rp 1 juta per meter. “Lahan di sini tadah hujan yang tidak menjanjikan panen besar. Meskipun panen, karena jalur transportasi sulit, membuat harga komoditas tidak kompetitif. Namun sekrang berubah saat bandara dibangun, di mana harga tanah melonjak tinggi,” kata dia.

Menurut dia, warga yang terkena gusuran bisa membeli lahan di tempat lain dengan luas yang lebih besar. “Dulu punya tanah 1 hektare. Dia bisa beli tanah pengganti dua hektare, punya rumah bagus, punya mobil. Ini kan perubahan ekonomi,” katanya.

Pemkab Majalengka juga mendorong tumbuhnya sentra-sentra baru perekonomian menyusul kehadiran sarana transportasi udara di wilayah tersebut. “Ekonomi tumbuh dengan mendekatkan barang ke pembeli, itu kan bandara. Dengan adanya bandara jadi dekat, sehingga potensi di daerah bernilai ekonomi tinggi. Selama ini pasar kami kan hanya lokal,” katanya.

Ia mencontohkan, masalah bagi petani Majalengka adalah ketidaksuburan lahan. Selain itu, produk sayur-mayur belum terpasarkan secara luas. “Harapannya ke depan ada perubahan aktivitas rakyat. Bagaimana menjadikan bandara sebagai magnet untuk pertumbuhan ekonomi rakyat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *